INILAH.COM, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golongan Karya (Golkar) Lalu Mara Satriawangsa membeberkan dampak pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan yang menuduh Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie atau Ical memiliki saham di PT SMN.
PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) pemegang izin pertambangan eksplorasi (IUP-E) di Kabupaten Bima sesuai dengan SK Bupati Bima Nomor 188.45/357/004/2010 seluas 24.980 Ha meliputi kecamatan Sape, Lambu, Langgudu.
Ratusan warga Bima menolak penambangan izin PT SMN dan menggelar aksi di Pelabuhan Sape, akhir Desember 2011. Polisi membubarkan paksa unjuk rasa dan berujung bentrokan berdarah.
Gara-gara tudingan Ramadhan, Ical sering mendapatkan pesan singkat dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan mahasiswa yang mengancam akan menduduki kantor Bakrie Group di Jakarta.
"Pernyataan itu tidak layak. Apalagi beliau (Ramadhan) menegaskan PT SMN adalah mesin ATM Ical," tegas Lalu sebelum melaporkan Ramadhan di Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Selasa (31/1/2012).
Lalu menilai tuduhan Ramadhan sangat merugikan Ical dan bagian dari pembunuhan karakter secara politis. Golkar menegaskan Ical tidak mempunyai saham di PT SHM dan meminta Ramadhan membuktikan ucapannya tersebut yang diungkapkan kepada salah satu media online 6 Januari 2012. [bar]