TEHERAN - Kantor berita Iran (IRNA) melaporkan, sebelas warga Iran diculik saat tengah melakukan ziarah di Suriah Kamis 26 Januari kemarin.
"Bus yang mereka tumpangi diserang dalam perjalanan ke Damaskus. Akibat serangan itu sebelas penumpang bus diculik," ujar salah seorang petugas ziarah Iran Massoud Akhavan seperti dikutip Reuters, Jumat, (27/1/2012).
Televisi berbahasa Inggris milik Iran, Press TV juga melaporkan, sekelompok orang bersenjata telah menculik warga Iran dan membawa mereka pergi ke tempat yang tidak diketahui. Seluruh penumpang yang diculik adalah pria, sedangkan penumpang wanita ditinggalkan begitu saja di dalam bus.
Tak lama setelah insiden penculikan terjadi, seorang penculik dilaporkan telah menghubungi kerabat salah satu korban penculikan di Teheran, dan meminta sejumlah uang tebusan.
"Kami mengutuk tindakan penculikan terhadap warga Iran, tindakan itu tidak dapat dibenarkan. Pemerintah Suriah harus segera melakukan upaya pembebasan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast , Jumat, (27/1/2012).
Penculikan terhadap warga Iran bukan yang pertama kalinya terjadi di Suriah, Desember lalu lima teknisi Iran juga diculik di Kota Homs.
Penculikan dan pembunuhan berlatar belakang perbedaan agama semakin sering terjadi di Suriah. Dunia internasional mengkhawatirkan hal ini dapat memicu berkembangnya konflik antar kelompok di negara yang saat ini tengah mengalami gejolak politik dalam negeri itu.
Saat ini Pemerintah Suriah tengah menghadapi tekanan internasional untuk mengakhiri tindak kekerasan yang telah berlangsung selama sepuluh bulan. Beberapa sumber menyebutkan, tindak kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Pemerintah Suriah telah menewaskan lebih dari 7 ribu warga sipil.
Pemerintah Suriah menolak tudingan itu, mereka mengatakan pemberontakan dilakukan oleh militan dengan dukungan dari pihak asing. Para pejabat Suriah pun mengungkapkan tidak hanya warga sipil yang tewas, namun kekerasan juga ikut menewaskan 2 ribu pasukan pemerintah.(rhs)